Jasa Desain Interior Jakarta | Desain Rumah, Kantor, Cafe oleh JDI.ID

Cara Menghitung Biaya Pembangunan Rumah 2 Lantai

Membangun rumah impian, terutama yang memiliki dua lantai, tentu membutuhkan perhitungan yang matang. Biaya pembangunan bisa sangat bervariasi tergantung dari desain, material, hingga tenaga kerja yang digunakan. Tanpa perencanaan yang baik, anggaran bisa membengkak dan membuat proyek terhenti di tengah jalan. Banyak orang sering kali terkejut dengan total biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini terjadi […]

Membangun rumah impian, terutama yang memiliki dua lantai, tentu membutuhkan perhitungan yang matang. Biaya pembangunan bisa sangat bervariasi tergantung dari desain, material, hingga tenaga kerja yang digunakan. Tanpa perencanaan yang baik, anggaran bisa membengkak dan membuat proyek terhenti di tengah jalan.

Banyak orang sering kali terkejut dengan total biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana cara menghitungnya dengan benar. Maka dari itu, kami akan membantu Anda memahami cara menghitung biaya pembangunan rumah 2 lantai secara lebih mudah dan terperinci.

Cara Menghitung Biaya Pembangunan Rumah 2 Lantai

Salah satu faktor utama yang menentukan biaya pembangunan adalah luas bangunan. Semakin luas rumah yang akan dibangun, semakin besar pula dana yang harus disiapkan. 

1. Menghitung Luas Bangunan Secara Keseluruhan

Langkah pertama dalam menentukan biaya pembangunan adalah mengetahui luas bangunan yang akan dibangun. Luas bangunan ini dihitung berdasarkan total area lantai pertama dan lantai kedua. Misalnya, jika lantai pertama memiliki luas 100 m² dan lantai kedua juga 100 m², maka total luas bangunan adalah 200 m².

Dengan mengetahui luas bangunan secara akurat, Anda bisa mulai menghitung estimasi biaya berdasarkan harga per meter persegi di daerah Anda. Biaya pembangunan per meter persegi bisa berbeda tergantung lokasi dan spesifikasi bangunan.

2. Menggunakan Estimasi Harga Per Meter Persegi

Rata-rata, biaya pembangunan rumah standar di Indonesia berkisar antara Rp3 juta hingga Rp7 juta per meter persegi, tergantung dari kualitas bahan dan desain rumah yang dipilih. Jika Anda menginginkan desain minimalis dengan material standar, biaya bisa lebih rendah. Namun, jika Anda menginginkan desain yang lebih mewah dengan bahan premium, biaya bisa lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika Anda membangun rumah dua lantai dengan total luas 200 m² dan menggunakan harga Rp5 juta per meter persegi, maka total biaya konstruksi yang perlu disiapkan adalah sekitar Rp1 miliar.

Baca juga: Cara Hitung Tukang Borongan Rumah, Perhatikan!

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pembangunan Rumah

Selain luas bangunan, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi total biaya pembangunan rumah dua lantai. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu Anda merencanakan anggaran dengan jauh lebih baik.

1. Desain dan Kompleksitas Bangunan

Rumah dengan desain yang lebih rumit biasanya membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan rumah dengan desain sederhana. Misalnya, rumah dengan banyak lekukan, balkon, atau fasad yang unik akan membutuhkan lebih banyak material dan tenaga kerja yang lebih terampil.

Jika Anda ingin menekan biaya, memilih desain rumah yang simpel namun tetap fungsional bisa menjadi pilihan terbaik. Rumah dengan bentuk persegi atau kotak lebih hemat dibandingkan rumah dengan banyak sudut atau bentuk yang tidak beraturan.

2. Jenis Material yang Digunakan

Pemilihan material sangat berpengaruh terhadap total biaya pembangunan. Jika Anda menggunakan bahan berkualitas tinggi seperti marmer, kayu solid, atau baja ringan premium, tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih besar.

Sebaliknya, jika Anda ingin menghemat anggaran, memilih bahan bangunan yang lebih ekonomis tetapi tetap berkualitas bisa menjadi solusi. Contohnya, menggunakan keramik biasa daripada granit atau memilih kusen aluminium dibandingkan kayu jati.

3. Biaya Tenaga Kerja

Tenaga kerja juga menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan biaya. Biaya tukang bangunan biasanya dihitung berdasarkan sistem harian atau borongan. Jika menggunakan sistem harian, Anda harus membayar sekitar Rp150.000 – Rp250.000 per hari per pekerja. Sementara jika menggunakan sistem borongan, biayanya bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta per meter persegi, tergantung kompleksitas proyek.

Memilih kontraktor atau tukang yang tepat sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar. Pastikan untuk memilih tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki portofolio yang baik agar hasil bangunan sesuai dengan harapan Anda.

Cara menghitung biaya pembangunan rumah 2 lantai memang bukan perkara mudah, tetapi dengan perencanaan yang matang, Anda bisa mendapatkan gambaran anggaran yang lebih jelas. Pastikan untuk memperhitungkan semua faktor yang mempengaruhi biaya, seperti luas bangunan, jenis material, dan biaya tenaga kerja. Jika ingin lebih hemat, pilih desain yang sederhana, gunakan material yang ekonomis, dan manfaatkan sistem borongan untuk efisiensi biaya.

Jika Anda ingin rumah dua lantai yang nyaman dengan desain yang menarik, kami siap membantu Anda. Tim profesional kami di JDI.ID menawarkan jasa desain interior yang bisa disesuaikan dengan selera Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami dan wujudkan hunian terbaik Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare