Pindah ke kantor baru memang jadi momen yang menyenangkan. Ruangan masih kosong, semuanya terlihat fresh, dan Anda bebas membayangkan konsep kantor impian. Tapi di balik antusiasme itu, banyak pemilik bisnis yang justru tanpa sadar melakukan kesalahan dalam penataan interior office sejak awal. Kesalahan kecil yang terlihat sepele ini bisa berdampak besar pada kenyamanan kerja, alur aktivitas, hingga citra profesional perusahaan. Akibatnya, kantor terlihat menarik secara visual, tetapi kurang nyaman, tidak efisien, bahkan menghambat produktivitas tim.
Nah, sebelum hal itu terjadi di kantor Anda, yuk pahami dahulu berbagai kesalahan penataan interior yang sering terjadi pada new office agar bisa dihindari sejak awal.
Kesalahan Penataan Interior New Office
Penataan interior kantor baru bukan hanya soal tampilan menarik, tetapi juga soal fungsi, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Banyak kesalahan pada new office terjadi dan perlu diwaspadai. Apa saja itu?
1. Mengabaikan Alur Sirkulasi Ruang
Satu kesalahan utama dalam interior office adalah desain tanpa memperhatikan alur sirkulasi. Ruang sering dirancang dengan meletakkan furnitur tanpa memikirkan bagaimana orang bergerak di dalamnya. Akibatnya, karyawan harus berputar atau berjalan memutar untuk mencapai area penting, seperti ruang meeting atau pantry. Alur yang buruk juga berkontribusi pada kesan sempit dan tidak nyaman, terutama saat kantor mulai penuh di jam sibuk.
Solusi?
- Tentukan jalur utama dan sekunder sejak awal.
- Gunakan furnitur yang tidak memblokir lintasan utama.
- Sisakan ruang antar furnitur minimal 90–120 cm untuk kenyamanan bergerak.
2. Pencahayaan Tidak Tepat & Akustik yang Dilupakan
Banyak kantor baru fokus pada estetika warna dan furnitur, tetapi lupa mengatur pencahayaan dan sistem akustik, padahal dua aspek ini punya efek besar pada mood dan produktivitas. Pencahayaan yang terlalu redup menyebabkan cepat lelah, sedangkan pencahayaan terlalu kontras bisa membuat glare pada layar, mengakibatkan sakit kepala. Begitu juga akustik yang buruk, ruang kerja terbuka sering jadi sangat bising tanpa panel peredam suara atau area fokus terpadu.
Bagaimana mengatasinya?
- Maksimalkan cahaya alami dari jendela.
- Tambahkan lampu LED dengan intensitas yang mudah diatur.
- Gunakan panel akustik pada area kerja terbuka.
3. Mengorbankan Fungsi demi Tampilan
Tren desain memang penting, tetapi terlalu mengejar gaya terkadang membuat ruang kehilangan fungsi. Contohnya interior kantor minimalis yang menunjukkan area kerja super bersih tapi justru kurang ruang penyimpanan atau meja kerja yang ergonomis. Ini bisa membuat karyawan menumpuk barang di meja, membuat area kerja terlihat berantakan dan tidak efisien.
Solusinya yaitu:
- Prioritaskan fungsi dan ergonomi sebelum estetika.
- Pilih furnitur yang fungsional, seperti meja dengan laci, rak penyimpanan vertikal, dsb.
- Kombinasikan estetika dengan kebutuhan kerja nyata.
4. Tidak Menyesuaikan Desain dengan Identitas Perusahaan
Ruang kantor yang tidak mencerminkan budaya perusahaan bisa membuat suasana kerja terasa generik dan kurang inspiratif. Padahal interior office yang mencerminkan brand bisa memperkuat kultur, memotivasi tim, dan memberikan kesan kuat ketika klien atau mitra datang berkunjung.
Nah, Anda bisa:
- Gunakan elemen branding seperti warna perusahaan, logo halus, atau inspirasi visual di area publik.
- Desain ruang meeting dan ruang santai sesuai dengan karakter tim dan budaya kerja.
5. Mengabaikan Konsultasi Profesional
Banyak pemilik kantor berpikir mereka bisa menangani desain sendiri tanpa bantuan ahli. Padahal interior kantor yang baik membutuhkan perencanaan matang, termasuk layout, pemilihan material, pencahayaan, dan ergonomi, sesuatu yang biasanya dipandu oleh desainer. Mengabaikan konsultasi ini sering berujung pada biaya tambahan untuk revisi atau renovasi ulang. Jadi, libatkan profesional sejak awal agar ruang kantor dirancang optimal dari segi fungsi, estetika, dan biaya.
Intinya, desain interior office bukan sekadar soal cantik di mata. Salah menata interior bisa membuat ruang kerja kurang nyaman, menciptakan ketidaknyamanan karyawan, bahkan mengurangi produktivitas tim. Untuk itu, jangan ragu mempertimbangkan jasa desain interior yang tepat sejak awal.
Nah, jika Anda ingin hasil desain kantor yang bukan hanya estetis tapi juga fungsional dan mendukung budaya kerja perusahaan, percayakan pada JDI.ID! Tim profesional kami siap membantu dari awal hingga akhir proses, mulai dari konsultasi, konsep ruang, visualisasi 3D, sampai implementasi layout yang meningkatkan produktivitas dan citra bisnis Anda.
Jadi, sebelum Anda menyesal karena desain yang kurang strategis, pertimbangkan layanan desain interior office kami sekarang. Dengan perencanaan matang dan dukungan ahli, kantor impian yang nyaman dan produktif bukan lagi sekadar impian!
