Jasa Desain Interior Jakarta | Desain Rumah, Kantor, Cafe oleh JDI.ID

Kesalahan Renovasi Rumah yang Sering Membuat Biaya Membengkak

Rencana ingin renovasi rumah tapi khawatir biaya tidak terkontrol? Tenang, Anda bukan satu-satunya. Banyak pemilik rumah yang awalnya sudah menyiapkan anggaran rapi, namun tetap ada tambahan lain muncul di tengah proyek, mulai dari material yang kurang, pekerjaan yang harus diulang, sampai perubahan rencana yang mendadak. Masalah-masalah kecil seperti ini jika dibiarkan bisa berubah jadi pemborosan […]

renovasi rumah

Rencana ingin renovasi rumah tapi khawatir biaya tidak terkontrol? Tenang, Anda bukan satu-satunya. Banyak pemilik rumah yang awalnya sudah menyiapkan anggaran rapi, namun tetap ada tambahan lain muncul di tengah proyek, mulai dari material yang kurang, pekerjaan yang harus diulang, sampai perubahan rencana yang mendadak. Masalah-masalah kecil seperti ini jika dibiarkan bisa berubah jadi pemborosan besar.

Untuk itu, penting sekali memahami apa saja kesalahan umum dalam renovasi yang sering membuat biaya membengkak. Dengan tahu sumber masalahnya sejak awal, Anda bisa merencanakan proyek dengan lebih efisien dan tentu saja lebih ramah di kantong. Siap merenovasi tanpa masalah anggaran? Yuk mulai!

Kesalahan Renovasi Rumah Penyebab Biaya Membengkak

Banyak biaya renovasi yang membengkak bukan karena pekerjaan sulit, tetapi karena hal-hal kecil yang sering dianggap sepele. Nah, ada beberapa kesalahan yang paling sering memicu pengeluaran ekstra, seperti:

1. Perencanaan Kurang Detail 

Satu kesalahan paling fatal adalah memulai renovasi tanpa sketsa, daftar kebutuhan, atau gambaran anggaran yang jelas. Banyak orang asal memikirkan sambil jalan, padahal, perubahan sekecil apa pun bisa punya dampak besar pada biaya akhir. 

Tanpa perencanaan jelas, Anda berisiko melakukan pembelian bahan tidak tepat, overlap pekerjaan, atau revisi berulang, semua itu menyumbang ke pembengkakan biaya.

2. Tidak Menyiapkan Dana Cadangan untuk Hal Tidak Terduga

Bahan bangunan bisa naik harga tiba-tiba. Terkdang juga muncul kerusakan tersembunyi, seperti pipa bocor, lembab, dan struktur yang perlu diperkuat, atau kebutuhan finishing yang sebelumnya tidak terduga. 

Karena itu, banyak ahli menyarankan menyiapkan dana cadangan sekitar 10–20% dari total anggaran awal sebagai buffer jika muncul pengeluaran ekstra.

3. Perubahan Rencana di Tengah Proyek

Seringkali renovasi rumah yang awalnya hanya untuk mengecat atau mengganti lantai justru berubah, ditambah ruang, diganti material lebih mahal, atau ubah layout. Setiap perubahan seperti itu akan menambah biaya, dan seringkali tanpa perhitungan ulang yang matang. 

Jika Anda tidak tegas, proyek yang sudah diatur bisa melebar jadi kebutuhan besar dan budget ikut meleset.

4. Komunikasi yang Tidak Jelas dengan Tukang / Kontraktor

Ketika pemilik rumah tidak memberikan instruksi yang jelas, atau tukang tidak dipantau dengan ketat, hasilnya bisa jauh dari ekspektasi. Misalnya, pekerjaan dilakukan pada area yang salah, material dipasang asal-asalan, atau finishing tidak sesuai harapan. 

Komunikasi buruk juga sering membuat pengerjaan molor yang kemudian berujung pada penambahan biaya tenaga kerja, pengeluaran ulang material, atau waktu lebih lama dari rencana.

5. Memaksakan Kerja DIY (Do-It-Yourself) tanpa Keahlian Cukup

Beberapa orang mencoba menghemat biaya renovasi rumah dengan mengerjakan sendiri, seperti mengecat, memasang keramik, atau memperbaiki struktur sederhana. Tapi, jika skill atau peralatan belum memadai, hasilnya bisa tidak sempurna, bahkan mengharuskan renovasi ulang. Dalam kasus terburuk, DIY tanpa keahlian ini justru menambah biaya, bukan menghemat.

Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan?

  • Mulai dengan rencana matang dengan membuat daftar kebutuhan, sketsa ruang, estimasi biaya, urutan kerja.
  • Sisihkan dana cadangan (10–20%) dari total anggaran.
  • Komunikasikan jelas ke tukang/kontraktor terkait apa yang Anda inginkan, dan pantau progres secara rutin.
  • Hindari perubahan mendadak kecuali memang sangat perlu, jika rencana berubah, hitung ulang dampaknya terhadap biaya & waktu.
  • Jika tidak punya skill teknis, serahkan ke profesional kontraktor atau jasa desain/interior.

Jadi, berakhirnya sebuah proyek renovasi yang lancar itu selalu dimulai dari persiapan yang matang. Tanpa arahan yang jelas, anggaran mudah sekali meleset dan pekerjaan jadi berlarut-larut. Supaya proses renovasi rumah tetap terkendali, pastikan semuanya terstruktur sejak awal. Dan jika rasanya ribet mengurus semua sendiri, serahkan bagian teknisnya pada tenaga profesional bisa jadi langkah paling aman.

Nah, supaya renovasi berjalan tanpa drama biaya, Anda bisa mengandalkan JDI.ID yang sudah berpengalaman menangani berbagai kebutuhan desain dan renovasi. Kami tidak hanya membantu merancang tampilan hunian, tapi juga memastikan prosesnya rapi, efisien, dan sesuai anggaran. Intinya, semakin bijak menyiapkan renovasi, semakin puas juga hasil yang akan Anda dapatkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare